Al-Qur’an dan Tantangan Modernitas*

Abbas Mahmud Al-‘Aqqad dalam karyanya Al-Insan fi ‘l-Qur;an ‘l-Kamrim memperkirakan bahwa semua aliran pemikiran dan ideologi ciptaan manusia akan larut bersama larutnya abad ke-20 ini, sedangkan pesan-pesan yang ditimba dari Al-Qur’an akan tetap bertahan (‘Abbas Mahmud Al-‘Aqqad, 1973) menghadapi bantingan dan tantangan zaman. Kita tidaklah dapat mengatakan dengan pasti bahwa perkiraan Al-‘Aqqad ini akan benar-benar menjadi kenyataan sejarah pada permulaan abad yang akan datang, tapi bahwa dunia kini sedang mencari pergantungan spiritual yang kokoh, yang tidak lagi diombang-ambingkan oleh tarikan gelombang materialisme-ateisme yang kasar dan ganas, mungkin dapat kita sepakati.

Persoalan lebih jauh adalah: apakah dunia pada akhirnya akan melirik kepada Al-Qur’an sebagai sumber sejati dari pergantungan spiritual itu, kita pun sulit menjawabnya, bila kenyataan sosiologis umat ini masih seperti yang kita saksikan sekarang ini. Umat Islam yang mengaku mengimani Al-Qur’an, tapi mayoritas mereka tinggal di Dunia Ketiga dengan segala keterbelakangan, kemiskinan, dan kebodohan itu tampaknya masih terlalu jauh untuk dapat ditampilkan sebagai pencipta dan pembawa obor peradaban yang segar yang mungkin menjadi alternatif bagi umat manusia. More >

Dunia Duga

Banyak yang tidak kita tahu. Tapi sangat banyak yang kita duga. Sebab menjadi tahu lebih sulit dari sekadar menduga. Sebab menjadi berpengetahuan lebih berat dari menjadi penumpuk dugaan. Pengetahuan sangat berbeda dengan dugaan. Hakikatnya beda. Strukturnya beda. Fakta-nya beda. Pengetahuan memberi asupan pada nalar kita. Dugaan menyuplai emosi egois kita. Pengetahuan cenderung mengarahkan. Dugaan cenderung menjerumuskan. More >

Mengupas Sistem Pendidikan Jepang dalam Pembangunan Karakter Bangsanya*

Education is simply the soul of a society as it passes from one generation to another.

(Gilbert K. Chestron)

Sebelum masuk ke pembahasan yang lebih dalam, setidaknya ada dua pemahaman di Jepang yang digunakan untuk merubah tatanan pendidikan sebagai salah satu pembentuk karakter bangsa, karena dalam konteks ini karakter bangsa bisa dibentuk bukan hanya melalui pendidikan saja, tetapi salah satunya adalah pendidikan itu. Pertama, adalah pemahaman radikal yang meyakini bahwa perubahan pendidikan hanya bisa dilakukan dengan cara perombakan secara simultan. Kedua adalah pemahaman konservatif yang meyakini bahwa perubahan pendidikan hanya bisa dilakukan dengan ikut serta dalam sistem yang ada sekarang. More >

Sebuah Studi-Analisis: Mempertanyakan Orientasi World Class University*

Pendahuluan

Beberapa tahun terakhir ini, kampus-kampus negeri maupun swasta heboh berupaya untuk menjadi universitas kelas dunia atau world class university (WCU). Bahkan dapat dikatakan semua kampus di Indonesia telah berorientasi untuk menjadi universitas kelas dunia. Kehebohan tersebut makin menjadi-jadi ketika pemerintah telah mengalokasikan anggaran bagi kampus-kampus tertentu agar mereka dapat segera menjadi universitas kelas dunia.

Dalam hal ini, Dirjen Dikti menyatakan mendukung penuh perguruan tinggi agar dapat menjadi berkelas internasional. Pada tahun 2009 dinyatakan 17 perguruan tinggi akan sepenuhnya dibantu oleh pemerintah, terutama perguruan tinggi terkemuka di Indonesia seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Airlangga, Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, dan lainnya. Fasli Jalal ketika masih di Dirjen Dikti waktu itu mencontohkan UGM yang mendapat 70 miliar untuk mendukung program menuju world class university (Kompas, 20/05/09). More >

Duhai Negriku, Aku Ingin Mencintaimu dengan Sederhana..

Dalam sejarah, Indonesia dibangun oleh para pemikir dan cendekiawan orde lama sebagai Negara Hukum. Konsekuensinya adalah konsistensi terhadap nilai-nilai kebenaran dan keadilan secara universal, baik itu adil dalam pembangunan nasional, penegakan hukum dan sebagainya termasuk penindakan terhadap para pelaku korupsi. Tetapi mengapa banyak fenomena yang terjadi di negri ini bertentangan dengan nilai-nilai kebenaran dan keadilan yang universal tersebut ? Korupsi merajalela, masyarakat sekarang disuguhkan pada berita-berita korupsi pejabat pemerintah baik level pusat maupun daerah. Tindakan inkonsistensi orang-orang atas yang seharusnya menjadi teladan pun banyak yang ditemui.

More >

Analisis Root Locus Menggunakan Matlab

A. Landasan Teori

Karakteristik tanggapan transient sistem loop tertutup dapat ditentukan dari lokasi pole-pole (loop tertutupnya).

Bila K berubah, maka letak pole-pole nya juga berubah. Untuk mengetahui kawasan letak pole-pole persamaan karakteristik sistem tersebut terhadap kemungkinan kombinasi nilai K, maka diperlukan sebuah metode yang disebut dengan Root Locus. Root berarti akar dan Locus berarti tempat kedudukan. Maka Root Locus adalah tempat kedudukan akar-akar persamaan karakteristik dari sebuah sistem pengendalian proses dengan K = 0 sampai K = tak hingga. Ini dapat digunakan untuk menentukan stabilitas sistem tersebut selalu stabil atau ada batas kestabilannya, sehingga dalam merancang sistem kontrol, si ­desainer bisa mendapatkan hasil step response sesuai yang diinginkannya dengan mengubah  nilai-nilai K. More >

Bila Aku Jatuh Cinta *

Ya Allah,,
jika aku jatuh cinta,
cintakanlah aku pada seseorang
yang melabuhkan cintanya pada-Mu,
agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.

Ya Muhaimin,,
jika aku jatuh cinta,
jagalah cintaku padanya
agar tidak melebihi cintaku pada-Mu
More >

Enam Alasan untuk Tidak Mendirikan Parpol Islam*

Ada cukup cahaya bagi orang yang melihat.

Sayidina ‘Ali, Nahjul Balaghah.

Mula-mula Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) membentuk sebuah panitia pendiri “Partai NU” (hasilnya ialah Partai Kebangkitan Umat), kemudian Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) merekomendasikan berdirinya sebuah parpol Islam (kelanjutan rekomendasi itu ialah berdirinya BKUI (Badan Koordinasi Umat Islam) yang akan menjadikan Kongres Umat Islam dan yang terakhir Sidang Tanwir Muhammadiyah di Semarang 5-7 Juli 1998 berijtihad politik untuk mendirikan parpol islam (pribadi warga Muhammadiyahnya, Kedaulatan Rakyat, 8 Juli 1998). Dan masih banyak lagi. More >