“Problematika Ummat dan Upaya Merajut Kembali Benang-benang Peradaban Islam”

Semenjak kedatangan Rasulullah SAW di Makkah, cahaya Islam hadir di tengah-tengah gelapnya masyarakat karena kejahiliyahannya. Islam datang membawa kabar gembira dan seruan pembebasan terhadap segala praktik kejahiliyahan tersebut. Meskipun pada awalnya terjadi penolakan yang begitu luar biasa, akan tetapi Islam semakin menampakkan kegemilangannya dalam membangun entitas ummat. Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW pun yang kemudian masuk ke masa Kekhalifahan, Islam semakin berkembang pesat baik dari segi perluasan wilayah hingga ajaran-ajarannya. Begitupun setelah zaman kekhalifahan yang diteruskan oleh Dinasti Ummayah dan Dinasti Abbasiyah.

Kita bisa menengok sejawah bahwa pada masa Dinasti Abbasyiah Islam mencapai puncak kejayaan. Baghdad yang saat itu dijadikan sebagai ibu kotanya menjadi pusat Peradaban dunia. Kota yang indah dan terang dengan segala produk peradabannya, sedangkan di belahan Eropa, dunia masih terasa gelap karena Eropa pada masa itu sedang berada dalam masa kegelapan “The Dark Age”.

More >

“Konsep Diri Muslim”

Kenapa manusia diciptakan? Ini adalah pertanyaan yang sangat mendasar dalam sebuah pencarian hakikat hidup. Allah SWT telah berfirman dalam QS. Adz-Dzahriiyaah:56 bahwa “Sesungguhnya Allah tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk menyembah/beribadah kepadaKu”. Di ayat lain, Allah juga berfirman dalam QS.2:30 yang menyebutkan bahwa manusia diciptakan dan diutus ke bumi untuk menjadi khalifah. Sehingga jelas sudah tujuan penciptaan manusia, yakni secara individu manusia sebagai Abdullah(abdi Allah) dan secara sosial sebagai khalifah.

Dari sini tampak sudah bahwa Islam memiliki konsep yang jelas, yakni ada tujuan dibalik setiap penciptaan. Sedangkan konsep falsafah Barat menganut paham eksistensialisme, yakni manusia ada (diciptakan) kemudian baru manusia itu menentukan sendiri tujuan dia ada. Sehingga mereka menganggap bahwa hidup ini adalah sebuah tragedi, meraka tidak tahu untuk apa mereka diciptakan dan kemana meraka akan pergi, yang bisa mereka lakukan hanyalah membuat asusmsi-asumsi dan berharap-harap. Dari sini dapat dilihat jika cara pandang hidup(worldview) adalah sesuatu yang amat penting, karena dari situ akan menentukan arah dan tindakan dalam hidup manusia. More >

Islam: Faham Agama dan Asas Akhlak*

A. Hakikat Din

Perkataan din berasal dari akar kata DYN dalam bahasa Arab yang memiliki banyak permaknaan yang walaupun sepertinya bertentangan satu sama lain, namun sebenarnya memiliki hubungan secara konseptual, maka keseluruhan makna tersebut membentuk suatu kesatuan makna yang tidak terpisahkan.

Makna-makna utma dalam kata din disimpulkan menjadi empat:

1. Keadaan Berhutang

Kata kerja dana yang berasal dari kata din memberi makna keadaan berhutang , termasuk makna makna lain yang berkaitan dengan hutang,yang sebagiannya bertolak belakang. Pada keadaan seseorang berhutang , dengan kata lain seorang da’in, ia semestinya menundukkan dirinya , yaitu berada dalam keadaan berserah dan taat kepada hukum dan aturan dalam berhutang, dan dalam keadaan tertentu juga terhadap pemberi hutang yang juga dipanggil sebagai da’in. Dalam pengertian ini juga ia membawa maksud seseorang yang dalam keadaan berhutang berarti mempunyai suatu kewajiban atau dayn, yang secara tabiinya berkaitan dengan sutu penghakiman atau daynunah dan pemberian hukuman atau idanah mengikuti keadaan tertentu.

Bagaimana konsep keberhutangan atau dalam keadaan berhutang dapat dijelaskan dalam konteks spiritual dan keagamaan? lalu apa yang dimaksud dengan hutang itu? Kepada siapa kita berhutang?

More >

Peran dan Tanggung Jawab Sosial Mahasiswa*

Dalam sejarah, Indonesia dibangun oleh para pemikir dan cendekiawan orde lama sebagai Negara Hukum[1]. Konsekuensinya adalah konsistensi terhadap nilai-nilai kebenaran dan keadilan secara universal, baik itu adil dalam pembangunan nasional, penegakan hukum dan sebagainya termasuk penindakan terhadap para pelaku korupsi. Tetapi mengapa banyak fenomena yang terjadi di negri ini bertentangan dengan nilai-nilai kebenaran dan keadilan yang universal tersebut ? Korupsi merajalela, masyarakat sekarang disuguhkan pada berita-berita korupsi pejabat pemerintah baik level pusat maupun daerah. Tindakan inkonsistensi orang-orang atas yang seharusnya menjadi teladan pun banyak yang ditemui.

Agaknya, politiklah yang sekarang menjadi panglima dalam setiap sendi kehidupan di negri ini, bukan lagi hukum. Hukum dari zaman ke zaman mulai mengalami ketumpulan. Hukum itu seakan tumpul ke atas dan runcing ke bawah. Banyak kaum proletar justru menjadi korban  sedangkan kaum elite di negri ini selalu berpikir pragmatis dalam menyelesaikan perkara yaitu dengan jalur politik, ketimbang jalur hukum. Tampaknya memang negara hukum itu sudah beralih menjadi negara politik, lebih tetapnya negera politik kekuasan hingga hukum pun yang bersikap mutlak dan pasti, dipolitisi untuk mendapatkan kekuasan itu.

More >

Senyumannya yang Menggetarkan Hati(True Story)

Senyuman dari hati Syaikh”, barang kali itu judul yang pas untuk tulisan ini. Tapi tak apa lah. Karena setiap kali aku bertemu Syaikh, kami hanya bisa saling tersenyum mengembang, saling bertatap muka, hingga akhirnya senyum kami pecah masing-masing. Ahaha, rupanya kami terkendala pada bahasa. Meski demikian, aku bisa merasakan betapa tulusnya senyum Syaikh, senyuman dari orang berilmu, senyuman dari orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Mungkin karena senyum Syaikh dari hati, sehingga akan sampai ke hati pula.

Pertemuanku dengan Syaikh adalah hal yang tak terduga. Awalnya aku melihat sore itu di ruang utama Masjid Kampus UGM ada hal yang nampak beda. Ada seseorang yang berkeperawakan bukan orang Indonesia, rasa-rasanya ala Timur Tengah. Akupun memberanikan diriku untuk memperkenalkan diri kepada Syaikh.

More >

“Dengan Apa Kita Memandang Kehidupan?”

Terkadang, kita mesti menggunakan hati untuk memaknai setiap fenomena yang terjadi di sekeliling kita. Terkadang kita mesti menggunakan hati untuk memaknai kehidupan ini, untuk mempelajari pesan-pesan Tuhan, baik dalam bentuk ciptaan-Nya maupun firman-firman-Nya yang termaktub dalam kitab. Rasanya rasionalitas saja tidak cukup. Karena kita adalah makhluk dan karena Tuhan adalah Khalik. Karena kita adalah ciptaan sedangkan Tuhan adalah yang menciptakan segalanya. Tentunya beda antara Tuhan dan ciptaannya. Tuhan mengetahui apa yang kita ketahui dan Tuhan juga mengetahui apa yang kita tidak ketahui. Tuhan Maha Mengetahui segalanya, karena Tuhanlah Pencipta segalanya.

Manusia diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna, tetapi dalam kesempurnaan makhluk ada ketidaksempurnaan. Kita tidak bisa melihat apa yang ada dibalik dinding, sehingga kita harus berpindah ke balik dinding untuk melihat sesuatu. Dengan rasional yang kita miliki, kita tidak bisa mengetahui apa yang akan terjadi dihari esok. Yang bisa kita lakukan hanyalah menduga, melakukan perhitungan, mengusahakan ataupun berharap-harap. Rasanya memang rasionalitas saja tidak cukup, perlu adanya tambahan dimensi lain untuk memahami setiap fenomena dalam hidup ini.

More >

Inikah Perang Dunia Selanjutnya ?

Masih membekas dalam benak kita betapa perihnya tragedi kemanusiaan terbesar sepanjang sejarah dunia. Perang Dunia II yang berlangsung tahun 1939-1945 dimana melibatkan lebih dari 100 juta personel berakhir dengan Sekutu sebagai pemenang secara militer, sedangkan perang politik dan ideologi masih terus berlanjut ke dalam arena baru, yang dinamakan dengan Perang Dingin, yakni antara Blok Barat di bawah pimpinan Amerika Serikat dengan Blok Timur di bawah Uni Soviet[1]. Blok Barat membawa ideologi liberalis-kapitalis sedangkan Blok Timur membawa ideologi sosialis-komunis. Pada tahun 1980-an, Amerika Serikat unggul atas Uni Soviet, hingga pada akhirnya pada tahun 1991 Perang Dingin selesai dengan ditandai runtuhnya idelogi komunisme[2]. Inilah yang dinamakan dengan fenomena dominasi, yakni dua kekuatan besar dunia akan saling berbentur hingga pada akhirnya munculah satu kekuatan sebagai pemenang.

More >

Injustice(ketidakadilan): Because He is a Muslim*

*By Nayzak (http://nayzak.deviantart.com/)