“Tentang Cinta, Ketulusan dan Kesunyian”*

Kawan ! Cinta akan terus didendangkan dari masyrik sampai maghrib. Cinta akan terus menjelma dalam keceriaan kanak-kanak hingga kebijakan oran tua. Sesuatu yang dibicarakan terus menerus pastilah sesuatu yang belum dipahami. Begitu pula cinta. Cinta selalu dibicarakan karna sesungguhnya kita belum memahaminya.

Cinta memang sulit dipahami. Sia-sialah engkau yang menghabiskan waktumu hanya untuk memahami cinta. Kalian menghabiskan waktu untuk memahami cinta laksana musafir yang berkelana seakan kalian telah pergi menemukan dunia baru, tapi setelah kalian sadari, engkau masih berdiri di tanah yang kau pijak saat berangkat. Begitulah cinta, ia tak dapat dipahami, hanya dapat dirasakan belaiannya dalam jiwa, hanya dapat dibayangkan dari pantulannya.

Cinta tak pernah menunjukkan dirinya. Ia hanya meninggalkan jejak langkah, hanya menyisakan tanda-tanda. Dan kita selalu berusaha menyusuri tapak-tapak cinta dengan harapan dapat menemukan jasadnya. Terus menerus kita mencari, dan saat kita menemukannya, kita sudah berada dalam dekapan sayap kematian, yang akan menerbangkan jiwa ini yang lelah mencari cinta. Sayap-sayap itu akan menerbangkan kita dalam alam ruh, untuk bertemu dengan cinta dan Sang Pemilik cinta.

More >

“Kau ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana?”*

Kau ini bagaimana?
Kau bilang aku harus merdeka, tapi kau memilihkan untukku segalanya…
Kau suruh aku berfikir, aku berfikir kau tuduh aku amatir…
Aku harus  bagaimana?
Kau suruh aku mengkontekskan Qur’an, aku buka tafsir kau bilang itu tidak relevan…
Kau sebut dirimu cendikiawan, kau sendiri menafsirkan firman sembarangan…

Kau ini bagaimana?
Kau suruh aku memaknai hadits, aku pake sanad kau bilang fundamentalis..
Kau suruh aku bersikap kritis, aku kritis kau anggap opportunis…
Aku harus bagaimana?
Kau suruh aku memegang prinsip, aku memegang prinsip kau tuduh aku kaku..
Kau suruh aku toleran, aku toleran kau bilang aku plin plan..
More >

Hymne PPSDMS: “Sajak yang mengharu biru”

Masih tentang PPSDMS kawan! :-)

Ingin rasanya aku membagikan bait-bait lagu yang mengharu biru saat aku mendengarkan atau melantunkannya bersama-sama rekan-rekan… Ya.. di detik-detik terakhir kami tinggal bersama di asrama, sebelum semuanya berpisah, sebelum semuanya berlanjut menorehkan sejarah..Huaaaa… :’(

Yeahhhh… Check this out friends!

Di hati tlah tertanam cinta…
Rela korbankan jiwa raga…
Bagi kehormatan dan cita…
Tegakkan kejayaan bangsa…

Meski jiwa gugur sbagai penebus…
Tak akan goyahkan hati…
Tlah bulat tekad untuk berbakti..
Mengemban misi bersih suci…

Tanpa harap balasan jasa…
Hanya Ridho Allah semata…
PPSDMS berjuang….
Demi Indonesia mulia….

Berikut lampiran file audionya… yang minus one cocok banget loh kalau buat instrumental acara-acara.. Bikin mengharu biru..ehehe.. :-)

~> Full version : Click here !

~> Minus one : Click here !

Idealisme Kami!

Betapa inginnya kami agar bangsa ini mengetahui,
bahwa mereka lebih kami cintai daripada diri kami sendiri…

Kami berbangga,
ketika jiwa-jiwa kami gugur
sebagai penebus bagi kehormatan mereka,
jika memang tebusan itu yang diperlukan…..

Atau menjadi harga bagi tegaknya kejayaan,
kemuliaan, dan terwujudnya cita-cita mereka
jika memang itu harga yang harus dibayar…. More >

“Ngapain sih kok pake kerudung segala?” o.O

  1. Sy nggak mau kerudungan! kerudungan itu kuno | “lha, itu orang2 yang pake baju buka-bukaan kayak zaman flinstones, lebih kuno lagi”
  2. Tapi kan itu kan hal kecil, kenapa kerudungan harus dipermasalahin?! | “yang besar2 itu semua awalnya kecil yg diremehkan”
  3. Yang penting kan hatinya baik, bukan lihat dari kerudungnya, fisiknya! | “trus ngapain salonan tiap minggu? make-upan? itu kan fisik?”
  4. Kerudungan belum tentu baik | “betul, yang kerudungan aja belum tentu baik, apalagi yang…(isi sendiri)”
  5. Sy kemarin liat ada yg kerudungan nyuri! | “so what? yg nggak kerudungan juga banyak yang nyuri, gak korelasi kali”
  6. Artinya lebih baik kerudungin hati dulu, buat hati baik! | “yup, ciri hati yg baik adl kerudungin kepala dan tutup aurat” More >

Dialog Cinta: “Udah, putusin aja…”

Berikut dialog cinta dari Ustadz Felix Siauw :)

  1. pacaran itu menjalin silaturahim | “silaturahim itu hubungan ke kerabat, bukan pacaran” #UdahPutusinAja
  2. pacaran itu bikin semangat belajar | “semangat belajar maksiat?” #UdahPutusinAja
  3. pacaran itu buat dia bahagia, itu kan amal shalih | “ngarang, btw, telah bahagiakan ibumu? ayahmu?” #UdahPutusinAja
  4. pacaran itu sekedar penjajakan kok | “serius nih penjajakan? ketemu ibu-bapaknya berani?” #UdahPutusinAja
  5. kasian kalo diputusin | “justru tetep pacaran kasian, dia dan kamu tetep kumpulin dosa kan?” #UdahPutusinAja More >

“Tentang Optimisme dan Kesederhanaan”

Ekspektasi yang terlalu tinggi cenderung hanya menyakitkan hati...
Karna kenyataan hampir tak pernah sesuai dengan harapan….
Jika ia terus terulang,
pesimisme-lah yang akan mengembang menjulang….

Opimisme itu terletak pada kesederhanaan…
Sedangkan kesederhanaan slalu dimulai dari berpikir sederhana…
Maka, dalam kesederhanaan berpikir-lah optimisme itu ada…

Berpikir sederhana bukan berarti punya mimpi yang sifatnya ringkih…
Berpikir sederhana bukan berarti tak mau berpikir lebih…
Berpikir sederhana juga bukan berarti tak pernah berpikir letih…
More >

“Kerendahan Hati”

Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
Yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
Yang tumbuh di tepi danau

Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
Memperkuat tanggul pinggiran jalan

More >