My Diary

Video Haflah (Pentas Seni), PPSDMS Jogjaaaa….

Kalau segitiga ada tiga ujung, kalau segi empat ada empat ujung. Aku pengen pertemuan kita seperti lingkaran…  tak berujung dan tiada akhirnya…#Eaaaaa… #Gomballlll…:D

Rasanya dua tahun itu cepat berlalu boi… Kamis kemarin (12 Juli 2012) hingga Ahad (15 Juli 2012) aku mengikuti National Leadership Training 2012 (NLC 2012) yang diadakan oleh PPSDMS Nurul Fikri.. Yaaaa, bagi kami angkatan ke-V PPSDMS, ini merupakan agenda terakhir kami saat kami berstatus sebagai peserta PPSDMS.. Bisa dibilang ini even Graduation kami… :cry:

Aku teringat dengan kata-kata pengurus pusat PPSDMS yang kalau dipikir-pikir emang common sense juga sih..hehe.. Katanyaaaa…, “Pemimpin muda jangan cuma punya kemampuan public speaking doang.. Jangan cuman kemampuan leadership2 aja.. Itu maaa biasa.. Tapi seorang pemimpin muda, juga harus punya jiwa kreativitas dan seni …” Finally… This is our video, friends… Check this out…Xixixi… :cool: More >

Hymne PPSDMS: “Sajak yang mengharu biru”

Masih tentang PPSDMS kawan! :-)

Ingin rasanya aku membagikan bait-bait lagu yang mengharu biru saat aku mendengarkan atau melantunkannya bersama-sama rekan-rekan… Ya.. di detik-detik terakhir kami tinggal bersama di asrama, sebelum semuanya berpisah, sebelum semuanya berlanjut menorehkan sejarah..Huaaaa… :’(

Yeahhhh… Check this out friends!

Di hati tlah tertanam cinta…
Rela korbankan jiwa raga…
Bagi kehormatan dan cita…
Tegakkan kejayaan bangsa…

Meski jiwa gugur sbagai penebus…
Tak akan goyahkan hati…
Tlah bulat tekad untuk berbakti..
Mengemban misi bersih suci…

Tanpa harap balasan jasa…
Hanya Ridho Allah semata…
PPSDMS berjuang….
Demi Indonesia mulia….

Berikut lampiran file audionya… yang minus one cocok banget loh kalau buat instrumental acara-acara.. Bikin mengharu biru..ehehe.. :-)

~> Full version : Click here !

~> Minus one : Click here !

Idealisme Kami!

Betapa inginnya kami agar bangsa ini mengetahui,
bahwa mereka lebih kami cintai daripada diri kami sendiri…

Kami berbangga,
ketika jiwa-jiwa kami gugur
sebagai penebus bagi kehormatan mereka,
jika memang tebusan itu yang diperlukan…..

Atau menjadi harga bagi tegaknya kejayaan,
kemuliaan, dan terwujudnya cita-cita mereka
jika memang itu harga yang harus dibayar…. More >

Senyumannya yang Menggetarkan Hati(True Story)

Senyuman dari hati Syaikh”, barang kali itu judul yang pas untuk tulisan ini. Tapi tak apa lah. Karena setiap kali aku bertemu Syaikh, kami hanya bisa saling tersenyum mengembang, saling bertatap muka, hingga akhirnya senyum kami pecah masing-masing. Ahaha, rupanya kami terkendala pada bahasa. Meski demikian, aku bisa merasakan betapa tulusnya senyum Syaikh, senyuman dari orang berilmu, senyuman dari orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Mungkin karena senyum Syaikh dari hati, sehingga akan sampai ke hati pula.

Pertemuanku dengan Syaikh adalah hal yang tak terduga. Awalnya aku melihat sore itu di ruang utama Masjid Kampus UGM ada hal yang nampak beda. Ada seseorang yang berkeperawakan bukan orang Indonesia, rasa-rasanya ala Timur Tengah. Akupun memberanikan diriku untuk memperkenalkan diri kepada Syaikh.

More >

“Dengan Apa Kita Memandang Kehidupan?”

Terkadang, kita mesti menggunakan hati untuk memaknai setiap fenomena yang terjadi di sekeliling kita. Terkadang kita mesti menggunakan hati untuk memaknai kehidupan ini, untuk mempelajari pesan-pesan Tuhan, baik dalam bentuk ciptaan-Nya maupun firman-firman-Nya yang termaktub dalam kitab. Rasanya rasionalitas saja tidak cukup. Karena kita adalah makhluk dan karena Tuhan adalah Khalik. Karena kita adalah ciptaan sedangkan Tuhan adalah yang menciptakan segalanya. Tentunya beda antara Tuhan dan ciptaannya. Tuhan mengetahui apa yang kita ketahui dan Tuhan juga mengetahui apa yang kita tidak ketahui. Tuhan Maha Mengetahui segalanya, karena Tuhanlah Pencipta segalanya.

Manusia diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna, tetapi dalam kesempurnaan makhluk ada ketidaksempurnaan. Kita tidak bisa melihat apa yang ada dibalik dinding, sehingga kita harus berpindah ke balik dinding untuk melihat sesuatu. Dengan rasional yang kita miliki, kita tidak bisa mengetahui apa yang akan terjadi dihari esok. Yang bisa kita lakukan hanyalah menduga, melakukan perhitungan, mengusahakan ataupun berharap-harap. Rasanya memang rasionalitas saja tidak cukup, perlu adanya tambahan dimensi lain untuk memahami setiap fenomena dalam hidup ini.

More >

Bila Aku Jatuh Cinta *

Ya Allah,,
jika aku jatuh cinta,
cintakanlah aku pada seseorang
yang melabuhkan cintanya pada-Mu,
agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.

Ya Muhaimin,,
jika aku jatuh cinta,
jagalah cintaku padanya
agar tidak melebihi cintaku pada-Mu
More >

Ada Apa denganmu GMC (Gama Medical Center) ?

Apa yang ada dibenak kamu ketika mendengar kata GMC ? Bagi kamu yang anak UGM, pasti sudah ndak asing lagi dong dengan GMC. Kalau endak tahu, mending ke laut aja..Heee..^^ Dari temen-temen saya yang pernah ke GMC ada yang mengatakan, “Ah, GMC.. Periksa atau endak juga ndak ngaruh apa-apa. Batuk saya ndak sembuh-sembuh, hidung berhari-hari tetap mampet.. Huhhhh.. Meding ndak usah kesana, langsung aja ke rumah sakit lain yang lebih bagus”. Ada juga mereka yang berkomentar, “Masak datang menghadap ke dokter cuma ditanya singkat, berkisar antara sakit apa, kapan mulainya terus udah gitu doang.. Ndak diapa-apain?! Sakti bener dokter-dokternya” (#Emangnya pengen diapain Mas Mbak ?!). Eits, tetapi ada juga mahasiswa yang menganut aliran positivisme (#Halah), sehingga mengatakan jika, “Sembuh dan tidak itu tergantung sugesti/prasangka masing-masing, ada fasilitas kesehatan gratis buat anak UGM ya dimanfaatkan, insyaAllah ngefek dan bakal sembuh kok. Ini bagian dari ikhtiar”. (#kalau yang begini ni orang-orang baik dan sabar kayaknya). More >

Inilah Realita Hidup

Apa yang akan kamu lakulan jika tiba-tiba kamu jatuh sakit dan dokter memvonis kamu terjangkit kangker otak ? Ketika lebaran yang lalu senyuman indah, aura kebahagiaan dan kecerian itu masih terpancar berbinar  merona di raut mukamu kepada orang-orang di sekitarmu. Dan kini kamu telah tervonis oleh suatu penyakit yang tanpa kompromi akan merenggut nyawa kamu sewaktu-waktu ? Mungkin saja jika kamu orang berada, kamu bisa saja berobat dan operasi ke singapura kek, jerman kek atau ke negara-negara lain yang memiliki kecanggihan dibidang kesehatan untuk sebuah kesembuhan atas penyakitmu. Tetapi bagaimana dengan mereka rakyat Indonesia yang berekonomi lemah apabila penyakit yang sejenis menjangkitinya ? Yang sekedar untuk makan sehari-haripun susah ? Dan  ternyata itu banyak kita temui di kehidupan ini. More >